Mengenal Startup Pendidikan di Indonesia, Perkembangan dan Model Bisnisnya

 

Istilah edtech (education technology) menjadi tren baru dalam dunia startup dan tengah berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. Banyaknya platform belajar online menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan startup yang bergerak dalam bidang teknologi pendidikan atau edtech ini semakin populer. Jika diperhatikan, konsep yang diusung oleh startup edtech sangat sederhana, yaitu memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan pendidikan.

Melalui teknologi tersebut, perusahaan edtech berusaha membuat sistem pendidikan menjadi lebih efektif, praktis, efisien, dan bisa dijangkau oleh semua pihak. Lantas, seperti apa tren edtech ini berkembang di Indonesia? Bagaimana proses pendanaan dan model bisnisnya? Mari kita bahas satu persatu dalam artikel ini.

Perkembangan Startup Pendidikan Indonesia

Startup pendidikan Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004. Namun, sektor industri di bidang pendidikan ini baru populer dan menunjukkan tren positif pada tahun 2015. Berdasarkan data pelacakan startup Tracxn, setidaknya ada 118 perusahaan edtech yang berkembang di Indonesia saat ini, dan jumlahnya pun terus mengalami peningkatan.

Eksistensi perusahaan startup edtech yang masih bertahan hingga saat ini salah satunya dikarenakan layanan bisnis yang mereka tawarkan, seperti platform belajar online. Selain itu, fasilitas teknologi digital yang semakin berkembang di masyarakat juga bisa menjadi faktor popularitas edtech. Misalnya, jangkauan internet yang semakin meluas, akrabnya masyarakat dengan teknologi berbasis aplikasi, hingga fitur-fitur digital yang lebih banyak dan mudah dipahami masyarakat.

Startup pendidikan di Indonesia juga menunjukkan tren yang positif pada tahun 2020, tepatnya sejak pandemi COVID-19. Dalam situasi pandemi, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring. Kebijakan tersebut tentu membuat para siswa mencari alternatif pembelajaran lain, salah satunya melalui aplikasi pembelajaran online yang disediakan perusahaan edtech di Indonesia.

Pendanaan Edtech

Perusahaan edtech  termasuk dalam perusahaan rintisan (startup). Oleh karena itu, perusahaan di bidang teknologi pendidikan ini juga kerap mendapat suntikan dana dari investor. Bahkan, beberapa perusahaan edtech menjadikan suntikan dana tersebut sebagai modal utama. Pendanaan untuk edtech jumlahnya sangat beragam,  bisa 250 juta hingga 2 triliun rupiah, tergantung kategori perusahaan tersebut, seperti kategori pra-startup, startup, atau scale-up. Pendanaan ini biasanya digunakan untuk merekrut karyawan dan melancarkan operasional perusahaan.

Perlu Anda ketahui, pendanaan startup edtech tidak bisa dilakukan secara langsung, ada tahapan-tahapan pendanaan yang perlu perusahaan edtech ikuti. Istilah seperti “seed funding”, “seri A” seri B”, dan “seri C” merupakan beberapa contoh tahapan pendanaan yang diberikan investor untuk startup edtech. Dalam tiga tahun terakhir, setidaknya ada 11 transaksi pendanaan yang dilakukan oleh beberapa startup edtech di Indonesia.

Model Bisnis Edtech di Indonesia

Model bisnis utama yang ditawarkan startup pendidikan di Indonesia adalah e-learning atau aplikasi belajar secara online. Melalui aplikasi belajar online, perusahaan edtech berupaya menyajikan konten yang interaktif dan materi pelajaran yang beragam untuk para penggunanya. Konten berupa animasi, video on-demand, hingga live tutoring bisa tersedia dalam aplikasi e-learning ini. Materi pelajaran sekolah, persiapan ujian sekolah, hingga TryOut UTBK online juga disampaikan secara menarik.

Baca Juga: Belajar Serasa Main Game Dengan Metode Gamifikasi

Selain e-learning, model bisnis edtech berikutnya adalah Learning Management System (LMS). Berbeda dengan e-learning yang berfokus pada pemberian materi pelajaran, LMS ini lebih dirancang untuk membantu merencanakan kegiatan pembelajaran. Para guru bisa menggunakan layanan ini untuk membuat silabus belajar, mengelola nilai dan absensi siswa, sekaligus menyampaikan materi pelajaran. Model bisnis LMS sangat cocok digunakan untuk memudahkan pekerjaan para guru selama pembelajaran jarak jauh.

Potensi Pemanfaatan Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Dalam menjalankan model bisnisnya, perusahaan edtech kerap melakukan pemanfaatan teknologi di yang bermanfaat dalam bidang pendidikan. Jika Anda amati, saat ini banyak aplikasi pembelajaran online yang memasukkan unsur game ke dalam fiturnya, bukan? Nah, itu salah satu pemanfaatan teknologi yang disebut gamification.

Istilah gamification ini merujuk pada adaptasi konsep game sebagai salah satu metode belajar. Tujuan penggunaan metode belajar ini adalah untuk membuat cara belajar yang seru dan menyenangkan sehingga siswa tidak mudah bosan selama belajar. Beberapa unsur game seperti poin dan medali digital juga bisa meningkatkan motivasi belajar siswa. Pemanfaatan teknologi semacam ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman para siswa dalam menguasai materi pelajaran.

Tak hanya itu, fitur poin dan medali digital atau leaderboard dapat digunakan para siswa untuk mengukur kemampuannya saat mengincar kampus favorit setelah lulus. Beberapa aplikasi belajar online menyematkan fitur try out online yang dapat dimanfaatkan sebagai media latihan soal UTBK oleh para siswa.

Selain gamification, bukan tidak mungkin jika ke depannya perusahaan edtech juga akan memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI). Kira-kira seperti apa ya penerapannya nanti? Apapun pemanfaatan teknologi yang dilakukan perusahaan edtech, semoga memberi dampak pada sistem pendidikan di Indonesia, ya!

Nah, itulah ulasan mengenai perkembangan perusahaan edtech di Indonesia, serta sumber pendanaan, model bisnis, sekaligus pemanfaatan teknologi yang telah dilakukan dalam dunia pendidikan. Semoga ulasan tersebut bermanfaat! Kira-kira, tren pendidikan apa lagi yang akan berkembang nantinya?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.